langit sedang merindu air matanya merintik diiringi dingin yang menusuk matahari tahu, langit hatinya sedang kacau makanya matahari tidak muncul dan melanjutkan kehangatan dibalik selimut kabut tebal awan juga tahu. Langit yang hatinya terporak-porandakan oleh kejamnya rindu dia menghilang sejurus semua makhluq sudah tahu. Saat burung-burung memberi tahu ke semua penjuru alam semesta raya akan kegundahan hatinya langit beberapa bentar bumi memerintahkan matahari, awan, angin, pohon-pohon, burung-burung dan semua margasatwa untuk melaksanakan sebuah rencana sekian telah menunggu, akhirnya langit meredakan tangisnya bumi seketika memberi aba-aba sejurus matahari membuka tirai kegelapan dan memancarkan sinar hangatnya awan-awan menggelembung putih berbondong-bondong keluar lalu berpencar angin berhembus berlarian ke sana ke mari burung-burung baris berbaris melingkar berhamburan pohon-pohon menari dengan gaun daunnya para margasatwa berkumpul saat Pelangi terbentuk ...
“Hidup tak selalu hadir dalam kisah yang utuh. Kadang hanya serpihan-serpihan kecil yang menyusun makna.”