Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2024

Prof. Djaiman Seorang Kondektur Bus

    Perjalanan yang melelahkan ini sudah lama aku harap-harapkan, kira - kira sudah wujud semenjak kaisaran dua puluh tahun yang lalu . Akhirnya, berkat kebaikan tuhan, ini hari, aku sedang menempuhnya. Sore kemarin, aku sudah tiba di bandara Soekarno-Hatta, kota yang ditumbuhi gedung-gedung tinggi, saking teramat banyaknya yang hijau-hijau satu pun tak nampak olehku. Menurut buku yang ku baca, kota ini puluhan tahun silam menjadi kota perjuangan, memperjuangkan hak hidupnya atas imprialisme tidak lain dari bangsaku sendiri. Aku pribadi sungguh meminta maaf atas kejadian memilukan itu. Yang ku ketahui lagi tentang kota Jakarta ini, ia ditetapkan sebagai ibu kota negara Indonesia, tepatnya terletak di pulau Jawa. Alasan kenapa aku pergi ke Indonesia, yang pertama adalah tugas yang diberikan oleh atasanku untuk meninjau salah satu cabang perusahaan di negaraku sana. Yang kedua , mengunjungi seseorang yang sudah lama aku rindu-rindukan. Terbang dari amsterdam hingga lep...

Tidak Beradab

    “He miskin, kalau kamu syirik sama aku bilang saja, ndak usah hal remeh kaya begini kamu perbesar”. “Muka begundel, anda tahu apa he, orang sombong ndak punya adab. Percuma kaya tapi miskin adab”. “Anak yatim sok-sok an ya”. “Djancok”             Kepala sekolah lari terbirit-birit menuju ke ruang kelas 12 C, beliau kaget luar biasa setelah diberi kabar dari murid ruang kelas sebelah. Bahwa di ruang kelas 12 C ada yang berkelahi. “Ini ada apa ini ha? Man Yalek, Sinai berhenti!. Ketua kelas mana ketua kelasnya?” Lantang kepala sekolah bertanya, seketika Man yalek dan Sinai berhenti berkelahinya dan ketua kelas mengangkat tangannya dengan gemeteran. Kalian bertiga ikut bapak ke kantor!.             Mereka bertiga keluar dari kelasnya seperti sedang pertunjukkan sirkus, mereka menjadi bahan tontonan, kabar berkelahinya Man Yalek dengan Sinai sudah terse...

Kenapa Dan Ada Apa Dengan Gudi`

    Kenapa Dan Ada Apa Dengan Gudi`                   Fenomena satu-satunya yang belum pernah diteliti serius bagi seorang peneliti adalah soal gudi` ken nya anak pesantren bukan soal gudi` ken nya anak di luar pesantren. Mengapa demikian?. Karena anak pesantren terjangkit gudi`- saya tidak berani mengatakan ini (gudi`) sebuah penyakit- motivnya bermacam-macam, diantara lain: 1.        Memang secara keilmuan kedokteran , gudi` ken disebabkan ketidak kebersihannya pribadi seseorang dalam hal kebersihan. Misalnya, Man yalek tidak akan mandi kecuali ketika ia akan melaksanakan sholat Jum`at saja. Lebih parahnya lagi. Selagi ia tidak junub , ia enggan untuk mandi. Karena ia beragumen, bahwa mandi sebelum melaksanakan sholat Jum`at hukumnya hanya sebatas sunnah belum mencapai hukum wajib. Dan masih segobrak alasan lain yang dapat dipandang dari segi keilmuan kedo...

انا لله وانا اليه راجعون

انا لله وانا اليه راجعون Di akhir-akhir ini, pengumuman dari pak mudin kembali menjadi bahan obrolan paling hangat bagi masyarakat kami. Berbagai kalangan semua berantusias. Mulai dari bocah-bocah hingga mbah-mbah . Hanya saja isi pengumuman dari pak mudin tersebut pasti selalu mengagetkan dan menimbulkan kesedihan orang. Sebab pengumuman pak mudin tersebut dimulai dari kalimat istirja` , Ini yang menyedihkan dan yang mengagetkan, Ketika pak mudin menyebutkan siapa pemilik dari kalimat istirja` tersebut.                 Di masyarakat kami terdapat kesepakatan undang-ungang tanpa tertulis tentang persoalan pengumuman pak mudin Ketika diawali dengan kalimat istirja` “Apabila pak mudin memberikan pengumuman yang diawali dengan kalimat istirja` maka bagi siapapun yang berada di dusun kami tidak diperbolehkan mengeluarkan suaranya sedikitpun. Walaupun di kondisi mak-mak sedang merumpikan kembangnya desa namun p...

MENCINTAI YANG ABADI ITU PINTAR

  MENCINTAI YANG ABADI ITU PINTAR             Sudahkah atau belumkah anda merasakan cinta pertama?  Jika belum bersiaplah. Jika sudah bagaimana sekarang? Apakah masih tetap atau tergoyahkan oleh yang lain?             Kata cinta memang selalu dikaitkan ke hati lalu dari hati mengalir buih-buih rasa, entah bahagia, sedih, kecewa, bangga dsb. Saya visualisasikan ke sebuah bentuk cerita, sebut saja Man yalek, dia orang yang sedikit bisa dikatakaan orang alim. Man yalek saat ini sedang menjaga dan sembari mencari tempat bersemayam hatinya. Singkat cerita, akhirnya dia terdampat pada satu gadis. Beh. Gadis itu tak ada kata-kata yang paling indah untuk menggambarkannya. Man yalek   mencurahkan ke hubb-annya kepada gadis laksana air terjun menjatuhkan airnya ke muara sungai, mendrojoki terus temerus.   Ia tak pernah terjeda melontarkan puisi-puisi rindu kepada ...

Pertanyaan Terakhir

"Pim pim pim !! " Semua serentak mengacungkan tangannya masing masing, tangan tangan berbaris, berdiri tegak setegak pasukan Turki Ottoman yang bersiap melawan kekaisaran Romawi timur merebutkan tahta Konstantinopel. forum ini dinaungi sebuah hukum, hukum yang mengikuti pepatah barang siapa yang cepat tidak lain pasti dia dapat, namun kali ini tak bisa didapatkan siapa siapa. karna setelah sangkakala diraungkan, semua telah finish di waktu yang sama. lantas, siapakah yang menjadi pemenang,yang merebutkan mahkota berisi pertanyaan terakhir itu? "Heh, opo kalian iki ogak ewoh, samping kelas iki ruang masyayikh." Yang sebelumnya ribut, bak sumpah serapah dan cemooh-an para kaula kepada rajanya yang bengis, ini waktu, lenggang, sunyi, seperti medan perang yang baru saja telah dibumi hanguskan oleh sang kuat, lalu dengan gigi berseri seri pulang meninggalkan sisa lautan darah dan gunung bangkai dari sang lemah. Para musyawwirin telah terasuki pikirannya...