Banyak kebiasaan terbentuk bukan karena kita sengaja memilihnya, tapi
karena kita tanpa sadar melakukannya berulang-ulang. Lama kelamaan, kebiasaan
itu berjalan dengan sendirinya dengan tanpa sepengetahuan. Itulah sebabnya,
mengubah kebiasaan bukan hanya soal keinginan atau niat saja, tapi lebih dari
itu. kita harus sadar terlebih dahulu akan kebiasaan itu. Kita tidak bisa
mengubah sesuatu yang bahkan tidak kita sadari ada dalam diri kita.
Jadi, langkah pertama untuk berubah bukan seketika bertindak, tetapi mulai
dengan menyadari apa yang selama ini kita lakukan tanpa sadar. Dengan menyadari
sesuatu, gerak-gerik kebiasaan tersebut akan segera nampak bagi kita, bahwa
yang sedang kita lalui adalah sesuatu ini dan itu.
Ketika kita sudah begitu yakin dan berani merubah kebiasaan maka langkah yang kedua adalah tindakan. Orang biasanya terjebak dalam langkah yang kedua ini. percaya atau tidak, fase ini adalah fase yang membutuhkan usaha yang jauh dari kata lebih. untuk menamatkan level ini, Pikiran dan tenaga sangat dibutuhkan. Maka yang diperlukan tidak ada lain kecuali motivasi, motivasi untuk menggelorakan sulur kesemangatan kita untuk dapat bertindak apa yang akan kita lakukan (merubah kebiasaan). Manusia adalah makhluk yang lemah, bisa saja, hari ini dia perkasa besoknya dia sekarat. Hari ini penuh semangat besoknya putus asa tanpa daya. Ketika manusia agak linglung saat melewati rintangan ini, itu sangatlah wajar dan maklum. Maka yang perlu kita pikirkan step selanjutnya ialah bagaimana motivasi itu kita cari. Akui saja, bahwa mencari motivasi itu tidak mudah. Terkadang orang harus menemukan momentum yang pas. Andai kata orang hanya menunggu momentum, tidak mencari momentum maka akibat dari penungguan tersebut waktu yang menjadi korban. Temukan motivasi dimanapun dan dalam bentuk bagaimanapun, baik motivasi yang ada pada diri sendiri, keluarga, sahabat, fonomena dan peristiwa apapun itu.
Setelah kita sudah berhasil melewati uji coba ini, maka
berhati hatilah, semakin kita naik level maka halangan dan rintangan juga akan
naik level. Biarlah pepatah “semakin tinggi pohon semakin kencang angin yang
menerpa” menjadi pengingat bagi kita. Juga jangan sepelekan perkara mental,
nyali dan keberanian. Karena tanpa ketiga hal tersebut, kita akan terkalahkan. Sedikit
saja kita tidak fokus, jangan berharap kita akan berhasil dengan mulus.
Untuk mendampingi perjalanan dalam proses ini, patrikan
dalam benak dan sanubari kita bahwa tuhan tidak akan memberikan ujian atau
cobaan yang melebihi batas kemampuan hamba-Nya. Bumbungkan rasa keoptimisan
bahwa kita akan berhasil dan berhasil. Ketika kita terjeda oleh kegagalan, maka
anggaplah Kegagalan sebagai kerikil yang mudah untuk kita singkirkan. Ketika
kita gagal, berdirilah!, gagal lagi berdiri lagi. karena sejatinya kegagalan
adalah kesuksesan yang tertunda, ketika kita tidak berdiri, maka kita akan
sepenuhnya gagal dan kesuksesan mustahil kita raih. dan jangan dilupakan bahwa haqiqat
kegagalan adalah membentuk dari yang belum sempurna menjadi sempurna.
Langkah selanjutnya adalah konsisten, menerima atau menolak, konsisten
merupakan kekuatan yang antik yang tidak sembarangan orang punya. Tidak sedikit
orang yang maju selangkah lagi masa depannya akan cerah, namun karena dia tidak
mempunyai kekonsistennan, akhirnya Mimpinya tergulung dan mau tidak mau, dia
harus menyoba ulang lagi.Kalau kita merasa konsisten bukan bakat kita, maka ingatlah
selalu bahwa waktu terus berjalan, dan umur kita akan terus berkurang, kita
tidak bisa mengembalikan waktu. Sekarang ya sekarang Kemarin ya kemarin dan
besok ya besok. Waktu mempunyai tempatnya masing-masing dan kita tidak bisa
menganggu gugatnya, karena ini bukan ranahnya manusia, ini adalah urusannya
tuhan sang pencipta. Konsisten ini tergantung dengan bagaimana kita dapat
mengatur waktu dengan baik dan bijak. Kesabaran juga sangat diperlukan untuk
mefinishkan langkah ini. Pelanggaran berat bagi orang yang selalu terburu-buru
dan ingin cepat. dia lupa bahwa di dunia tidak ada yang instan, maka dari itu sabar,
nikmati sejengkal demi sejengkal lika-liku perjalanannya.
Dan yang terakhir adalah dengan sekuntum do`a yang selalu kita pintakan tanpa
kenal waktu. doa kita, tuhan pasti mendengarkan. Tuhan tidak tuli. Apa yang
kita pintakan, tuhan pasti kabulkan. tuhan tidak pelit. Namun yang perlu
digaris bawahi ialah tuhan mengetahui apa yang kita tidak ketahui. keinginan
kita yang setiap malam kita haturkan, terkadang belum tentu baik untuk kita.
Oleh sebab itu, jangan sampai kita menganggap bahwa tuhan tidak mengabulkan,
tuhan pasti mengabulkan, namun dalam bentuk lain yang jauh lebih baik untuk
kita.
Semakin kita dekat dengan tuhan maka kita akan semakin lebih
mengenal siapa kita sebenarnya.
M. Anis Khoirul Umam
Salatiga, Jum`at, 19 – 09 – 2025 dini hari pukul 00:08
Komentar
Posting Komentar