Langsung ke konten utama

"TO CHANGE OUR HABITS"

 



     Banyak kebiasaan terbentuk bukan karena kita sengaja memilihnya, tapi karena kita tanpa sadar melakukannya berulang-ulang. Lama kelamaan, kebiasaan itu berjalan dengan sendirinya dengan tanpa sepengetahuan. Itulah sebabnya, mengubah kebiasaan bukan hanya soal keinginan atau niat saja, tapi lebih dari itu. kita harus sadar terlebih dahulu akan kebiasaan itu. Kita tidak bisa mengubah sesuatu yang bahkan tidak kita sadari ada dalam diri kita.

     Jadi, langkah pertama untuk berubah bukan seketika bertindak, tetapi mulai dengan menyadari apa yang selama ini kita lakukan tanpa sadar. Dengan menyadari sesuatu, gerak-gerik kebiasaan tersebut akan segera nampak bagi kita, bahwa yang sedang kita lalui adalah sesuatu ini dan itu.

    Ketika kita sudah begitu yakin dan berani merubah kebiasaan maka langkah yang kedua adalah tindakan. Orang biasanya terjebak dalam langkah yang kedua ini. percaya atau tidak, fase ini adalah fase yang membutuhkan usaha yang jauh dari kata lebih. untuk menamatkan level ini, Pikiran dan tenaga sangat dibutuhkan. Maka yang diperlukan tidak ada lain kecuali motivasi, motivasi untuk menggelorakan sulur kesemangatan kita untuk dapat bertindak apa yang akan kita lakukan (merubah kebiasaan). Manusia adalah makhluk yang lemah, bisa saja, hari ini dia perkasa besoknya dia sekarat. Hari ini penuh semangat besoknya putus asa tanpa daya. Ketika manusia agak linglung saat melewati rintangan ini, itu sangatlah wajar dan maklum. Maka yang perlu kita pikirkan step selanjutnya ialah bagaimana motivasi itu kita cari. Akui saja, bahwa mencari motivasi itu tidak mudah. Terkadang orang harus menemukan momentum yang pas. Andai kata orang hanya menunggu momentum, tidak mencari momentum maka akibat dari penungguan tersebut waktu yang menjadi korban. Temukan motivasi dimanapun dan dalam bentuk bagaimanapun, baik motivasi yang ada pada diri sendiri, keluarga, sahabat, fonomena dan peristiwa apapun itu.

    Setelah kita sudah berhasil melewati uji coba ini, maka berhati hatilah, semakin kita naik level maka halangan dan rintangan juga akan naik level. Biarlah pepatah “semakin tinggi pohon semakin kencang angin yang menerpa” menjadi pengingat bagi kita. Juga jangan sepelekan perkara mental, nyali dan keberanian. Karena tanpa ketiga hal tersebut, kita akan terkalahkan. Sedikit saja kita tidak fokus, jangan berharap kita akan berhasil dengan mulus.

    Untuk mendampingi perjalanan dalam proses ini, patrikan dalam benak dan sanubari kita bahwa tuhan tidak akan memberikan ujian atau cobaan yang melebihi batas kemampuan hamba-Nya. Bumbungkan rasa keoptimisan bahwa kita akan berhasil dan berhasil. Ketika kita terjeda oleh kegagalan, maka anggaplah Kegagalan sebagai kerikil yang mudah untuk kita singkirkan. Ketika kita gagal, berdirilah!, gagal lagi berdiri lagi. karena sejatinya kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda, ketika kita tidak berdiri, maka kita akan sepenuhnya gagal dan kesuksesan mustahil kita raih. dan jangan dilupakan bahwa haqiqat kegagalan adalah membentuk dari yang belum sempurna menjadi sempurna.

    Langkah selanjutnya adalah konsisten, menerima atau menolak, konsisten merupakan kekuatan yang antik yang tidak sembarangan orang punya. Tidak sedikit orang yang maju selangkah lagi masa depannya akan cerah, namun karena dia tidak mempunyai kekonsistennan, akhirnya Mimpinya tergulung dan mau tidak mau, dia harus menyoba ulang lagi.Kalau kita merasa konsisten bukan bakat kita, maka ingatlah selalu bahwa waktu terus berjalan, dan umur kita akan terus berkurang, kita tidak bisa mengembalikan waktu. Sekarang ya sekarang Kemarin ya kemarin dan besok ya besok. Waktu mempunyai tempatnya masing-masing dan kita tidak bisa menganggu gugatnya, karena ini bukan ranahnya manusia, ini adalah urusannya tuhan sang pencipta. Konsisten ini tergantung dengan bagaimana kita dapat mengatur waktu dengan baik dan bijak. Kesabaran juga sangat diperlukan untuk mefinishkan langkah ini. Pelanggaran berat bagi orang yang selalu terburu-buru dan ingin cepat. dia lupa bahwa di dunia tidak ada yang instan, maka dari itu sabar, nikmati sejengkal demi sejengkal lika-liku perjalanannya.


    Dan yang terakhir adalah dengan sekuntum do`a yang selalu kita pintakan tanpa kenal waktu. doa kita, tuhan pasti mendengarkan. Tuhan tidak tuli. Apa yang kita pintakan, tuhan pasti kabulkan. tuhan tidak pelit. Namun yang perlu digaris bawahi ialah tuhan mengetahui apa yang kita tidak ketahui. keinginan kita yang setiap malam kita haturkan, terkadang belum tentu baik untuk kita. Oleh sebab itu, jangan sampai kita menganggap bahwa tuhan tidak mengabulkan, tuhan pasti mengabulkan, namun dalam bentuk lain yang jauh lebih baik untuk kita.

Semakin kita dekat dengan tuhan maka kita akan semakin lebih mengenal siapa kita sebenarnya.


M. Anis Khoirul Umam
Salatiga, Jum`at, 19 – 09 – 2025 dini hari pukul 00:08

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sampai ditaqdirkan bersama kembali 1

  Pada suatu siang aku bercerita kepada bunga melati yang ada dipot meja belajarku, tentang cerita-cerita yang mustahil untuk didengarkan, kepada manusia umumya. Maka dari itu sepanjang waktu siang hingga malam aku masih asyik berkisah, aku yakin bunga melati itu mendengarkannya namun hanya saja tidak mempunyai telinga seperti manusia, dan aku yakin dia mempunyai raut wajah dan mulut namun hanya saja tidak dapat dilihat langsung oleh manusia. Karena antara aku dan bunga melati itu mempunyai ruang dan waktu yang berbeda mempunyai nasib dan taqdir yang berbeda. cerita pertama yang aku kisahkan kepada bunga melati adalah tentang aku dan kucing. “dulu melati”, aku memulai bercerita dengan pandangan jauh kejendela kaca.. “aku punya kucing, kucing itu senang sekali kalau dipanggil dengan nama eong, tanda kucing itu senang dia sering membuat wajahnya begitu imut.  Dan saat itulah aku pun tergoda olehnya. Kucing itu setiap paginya, membangunkanku dengan elusan bulu halusnya dipipi...

Sampai ditaqdirkan bersama kembali 2

               Ketahuilah Nina, sebelum kau ingin bercerita kepada ku saat sore itu, sudah aku persiapkan catatan surat kepadamu dan surat ini adalah surat perpisahan. Di kala kau bercerita dari awal hingga akhir, sungguh penderitaanmu penderitaan yang besar. Tapi   penderitaan yang paling besar untukku adalah perpisahan ini. Sejak kau berkisah tentang kehilangan teman-temanmu, saat kau kehilangan kucingmu, aku menangis, menangis tanpa henti, karena sebentar lagi aku akan kehilanganmu.              Aku tahu kau berduka Nina, Kau ditinggalkan oleh rasa cinta. Namun andai kau tahu Nina, perpisahan ini haqiqatnya bukanlah dirimu yang kehilangan tapi diriku. Sebab apa, sebab kali pertama ini dalam seumur hidupku bisa berjumpa dengan manusia yang sebaik engkau, sejelita paras engkau, engkau selalu menyiramiku dengan air kehidupan dan memandikanku dengan hangatnya sinar pa...