Langsung ke konten utama

Tukang Pangkas Rambut S. E

Seharusnya dosenku tak begitu merajuk merah padam hanya karena rambutku yang gondrong begini,bagai gendruwo katanya. beliau terganggu karena rambutku dengan alasan yang beberapa, pertama, mengganggu proses belajar mengajar, kedua,tidak sopan, ketiga, tidak elok di pandang ,kalau saja aku coba coba menolak untuk pangkas rambut hari ini , nasib skripsiku yang kini sudah di ujung tanduk akan bagaimana kabarnya "permisi Pak ,bapak bisa pangkas rambut saya sekarang pak?" sama sekali tidak ada salahnya jika aku bertanya kepada bapak pemangkas rambut yang kedapatan sedang duduk manis,menikmati indahnya hidup, bersiul siul bak burung kenari meminta perhatian kekasihnya, juga ditemani kopi yang masih mengempulkan asap dengan pertanyaan itu akan tetapi,matahari saja baru mengintip di kejauhan timur nan sana, ini yang salah, di depan kaca kedai pangkas rambutnya masih tertulis besar kata tutup pula dan aku pun tahu itu.entah karena kasihan atau entah yang lain, akhirnya bapak pemangkas rambut mengangguk bersedia membukakan kedainya di pagi pagi buta ini untukku. beribu ribu terimakasihku ku ucapkan padamu pak. " Esuk men tho mas ada apa?" ini pertanyaan dari bapak, sudah ku duga sebelumnya bagaimana menjawabinya pun sudah aku pikirkan pula " disuruh dosen potong rambut pak , kalau ndak hari ini dosen saya ndak mau merevisi skripsi saya, maaf pak mengganggu ngopi pagine bapak, "kataku merasa bersalah. " Oalah ndak papa ko mas, lagian juga ndak sibuk" Kedai yang bertuliskan pangkas rambut pak Omam ini berdiri di sudut Kota Salatiga ,tepatnya di dusun Daya'an ,kecamatan Tingkir Jl Kenanga ,pas di depan rumah joglo, kemungkinan rumah joglo itu rumahnya bapak omam,ukuran kedai hanya sekubus ruangan, kayunya yang mulai rapuh bercatkan putih dan biru, dua poster gaya pangkas ukuran 30×40 terpapang di samping cermin depan ,dan alat alat souvenir pangkas tertata rapi ,sangat rapi.seperti gunting, sisir, pupur bayi,wedak , semprotan rambut dan silet.kursi di kedai situ ada dua buah sahaja yang satu milik pelanggan yang satunya lagi kursi panjang milik para antrian meskipun hanya ada pelanggan satu tok til yang hidup di kedai situ. ini kedai,bagiku kedai yang amat sederhana,tak macam pangkas rambut di kota yang berlagak memberi namanya seperti di eropa, babershop ,yang paling tidak harus ada lampu warna warni, ada AC dan barang barang yang tentunya tidak bisa dibeli dengan uang murah.dan barang tentu skil nya belum bisa memadahi.betul kan pak omam? " potong gaya nomer berapa mas?" tanya bapak Omam melihatku di pantulan cermin depan. " nomer dua pak,"tunjukku pada poster " tapi rambut yang atas di pendekin sedikit." "siap mas," sigap bapak omam berkata sambil menyruput kopi paginya yang kelihatannya hampir adem. selepas itu alat pemangkas rambut yang digantungkan di samping pintu diambil oleh tanganya dan diganti giginya dari ukuran 3 cm menjadi 1,5 cm,lalu kabel paralel di copkan ke sakelar agar kabel alat pemangkas sampai tak kurang jarak secenti pun,tak lupa bapak Omam memakai masker kemudian ia hidupkan kipas angin kecil,sangat kecil ,yang digantungkan di atas kepala dengan jarak kurang lebih empat kil lan tetapi saat itu bapak omam bertanya ,"mas kedinginan?" kujawab "lumayan pak," bapak Omam berhenti sejenak lalu mematikan kipas anginnya, selanjutnya kain sarung bermerk HBS menyelimuti badanku melingkar agar potongan rambut tak sembarangan hinggap ,dengan sehirupan napas panjang mulailah bapak Omam berkarya. sebagai pemangkas rambut ,bapak Omam ternyata tahu seluk beluk yang musti dilakukan oleh seorang pemangkas rambut sejati, setelah aku amati lamat lamat ,mengejutkan sekali ,bapak omam membedakan cara menggunting rambut atas dan bawah,rambut yang kaku dan yang lemas,wow.bahkan cara menyemprot rambut pun bapak Omam tak mau asal asalan , pakai teori ilmuwan siapa,aku tahu pun tak. jika bapak Omam menyemprot rambut mesti mengukur jarak dahulu , pucuk semprotan dengan objeknya berapa antara, bila sudah, bapak Omam menyemprotkan secara merata dari jarak terkecil hingga terbesar. katakan 10 cm jarak antara semprotan dengan rambut, maka 1/sekon semprotan kecepatan yang harus digunakan bapak omam .bagaimana kalau jarak bertambah ,tidak lain kecepatan pun juga di tambah, aku merasakan bapak Omam yang sudah berkepala lima ini bukan pemangkas rambut biasa. kawan merasakah atau tak,setiap pemangkas rambut yang handal pun berpengalaman pasti ia akan membawa pelanggan ke alam yang tentram ,suasana yang nyaman, alur pembicaraan yang baik dan pembicaraan yang sesuai dengan siapa pelangganya .sungguh tidak handal pun berpengalaman menurutku jika seorang pemangkas rambut hanya saja diam setriliyun bahasa, tak mengindahkan pelangganya, tak mau membincangkan perihal ini dan itu. toh skill yang hanya begini adanya banyak di miliki seorang pemangkas rambut.dan bapak Omam memiliki skill yang jauh berbeda dengan orang seumumnya.tidak gemen gemen. " kalo pemangkas rambut di wilayah sini, apa cukup ramai pak?" tanyaku mengawali perbincangan. bapak Omam mengayunkan alat pemangkas perlahan lahan di sebelah kanan pelipisku seraya berkata ,"wah mas mas, sehari dapat lima pelanggan wae wes paling beruntung ,maaf lho mas" lanjutnya "hari belakangan ini harga pangkas rambut ,bapak naikin sedikit." "oo, ndak masalah pak, kalau boleh tau kenapa pak?" sahutku yang sedang disisiri bapak Omam. alasan yang sederhana tebakku, mungkin karena ini di dusun,pelangganya jadi sedikit? nol besar, bukan itu alasannya akan tetapi karena dampak krisis ekonomi yang melanda di akhir akhir ini,alasan yang begitu mencengangkan .bapak Omam menarik kisah lamanya kepadaku, saat pandemi covid -19 bapak omam banting stir menjadi tukang kuli, "mayan lama lho mas dari tahun 2019 sampai bulan wingi ,habis itu, yo piye lagi mas, fisike bapak udah ndak kaya pas muda dulu, bapak kembali lagi megang pemangkas sampai sekarang," tutur bapak Omam mengingat masa lalunya. "kenapa bisa sampai krisis ekonomi begini ya pak?" ku coba pancing bapak Omam yang tak kira lumayan tahu tentang masalah perekonomian. setelah mengambil gigi pangkas dan menggantinya ke 1 cm bapak omam menjawab "walah mas mas, mas ndak lihat berita to, rusia sama ukrania kan malah perang ,wah dampake ,ndak mas tahu tekan indonesia ini mas," ternganga aku olehnya, pembicaraannya acap kali tak berhasil ku duga duga. bapak Omam melanjutkan mensasak rambutku yang bagian atas sembari bercerita tentang kedua negara tersebut ,katanya negara Rusia adalah negara eksportir minyak bumi 10% di dunia adapun negara Ukraina negara eksportir gandum,aku sangat terkagum kagum dibuatnya, biar kawan aku kasih tahu, informasi dari bapak ini tidaklah mengibau, kawan boleh mengecek di google kalau itu tak dipercayai, karena di selumbari hari aku mengikuti seminar di kuliah yang membicarakan masalah tersebut," jika perang terus lanjut", bapak omam melanjutkan dengan nada tegas" ekonomi dunia akan terganggu mas,juga banyak negara yang berinflasi.mas ngerti ndak? "lombok mas lombok, kalo lagi naik harganya itu contoh kecil dari gejala krisis ekonomi ,belum lagi negara kalau kosong investor, kemudian di lilit hutang buanyak, akibatnya harga pangan naik semua,oleh karena itu para pengangguran naik drastis, bapak jadi pemotong rambut wae sudah bersyukur pol." Aku akui,aku akui amat sangat,bapak Omam bukan saja lihai dalam permasalahan pemangkasan ,akan tetapi dalam hal ihwal ekonomi saja seperti ngomongin perkara yang biasa.siapa sebenarnya bapak ini,? tidak lagi salah kalau kiraku ia lulusan sarjana ekonomi. pemangkasan rambutku sudah hampir usai, bapak Omam sibuk medaki bekas potongan rambut dengan pupur wedak bayi,sebelum berakhir bapak Omam kembali lagi menceritakan sedikit tentang masa silam dahulu yang mana krisis ekonomi di indonesia sangatlah parah juga bisa dikatakan yang paling parah. "bapak ngalamin sendiri mas ,masa masa pelengseran pak Soeharto ,tahun 98 ,harga pangan tidak ada yang murah, masyarakat pelosok atau bisa dibilang rakyat cilek yang ndak tau tentang masalah kenegaraan ndak bakalan demo kalau harga pangan ndak naik, walaupun nek Kono pejabat pejabat korupsi miliyaran triliyunan rupiah, bagi rakyat cilek ndak dihiraukan yang begitu begitu, pokoknya iku mas, ojok sampai lombok terus bawang, brambang dan sak piturute naik harganya, wes iku tok mas." jelas bapak Omam panjang lebar . selesai sudah mangkasnya bapak Omam ,lalu ia pungkasi dengan pijitan pijitan di sekitar kepala dan leher, memang kalau di dusun ataupun desa ,uniknya pemangkas rambut mengakhiri dengan tambahan pijitan.ini yang selalu aku harap dan tunggu tunggu. " wes mas," kata bapak Omam setelah membuka kain sarung yang menyelimutiku lalu kembali menyeruput kopi paginya yang pasti sudah adem karena durasi mangkas ini menyita waktu sekitar 20 menitan. "berapa pak?" tanyaku beranjak berdiri dari kursi pelanggan. "25 ribu mas," jawabnya. jangan harap kawan tak terperanjat kaget mendengar harga pangkas rambut desa semahal itu,tapi atas alasan bapak omam tadi ,kan kawan pasti mengerti? biar begitu, berapa pun harga yang bapak sebutkan tak mengapa ,pasti aku sodorkan berapapun itu, karena satu , bapak Omam telah menyelamatkan hidupku dari bayang bayang dosen pembimbing skripsi yang menakutkan. dua, bapak Omam telah melihatkanku cara pandang dari sudut yang berbeda dalam menanggapi sebuah bencana ekonomi dan ini menjadi ide tambahan terkait skripsiku nanti. "ini pak", uang 30 ribu ku ambil dari saku kanan jasku. "tunggu mas biar bapak ambilkan.... ." "simpan saja kembaliannya pak." "oh, makasih banget lho mas" "sama sama pak" "pareng pak" "monggo ,hati hati mas" mydour 2022

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sampai ditaqdirkan bersama kembali 1

  Pada suatu siang aku bercerita kepada bunga melati yang ada dipot meja belajarku, tentang cerita-cerita yang mustahil untuk didengarkan, kepada manusia umumya. Maka dari itu sepanjang waktu siang hingga malam aku masih asyik berkisah, aku yakin bunga melati itu mendengarkannya namun hanya saja tidak mempunyai telinga seperti manusia, dan aku yakin dia mempunyai raut wajah dan mulut namun hanya saja tidak dapat dilihat langsung oleh manusia. Karena antara aku dan bunga melati itu mempunyai ruang dan waktu yang berbeda mempunyai nasib dan taqdir yang berbeda. cerita pertama yang aku kisahkan kepada bunga melati adalah tentang aku dan kucing. “dulu melati”, aku memulai bercerita dengan pandangan jauh kejendela kaca.. “aku punya kucing, kucing itu senang sekali kalau dipanggil dengan nama eong, tanda kucing itu senang dia sering membuat wajahnya begitu imut.  Dan saat itulah aku pun tergoda olehnya. Kucing itu setiap paginya, membangunkanku dengan elusan bulu halusnya dipipi...

"TO CHANGE OUR HABITS"

         Banyak kebiasaan terbentuk bukan karena kita sengaja memilihnya, tapi karena kita tanpa sadar melakukannya berulang-ulang. Lama kelamaan, kebiasaan itu berjalan dengan sendirinya dengan tanpa sepengetahuan. Itulah sebabnya, mengubah kebiasaan bukan hanya soal keinginan atau niat saja, tapi lebih dari itu. kita harus sadar terlebih dahulu akan kebiasaan itu. Kita tidak bisa mengubah sesuatu yang bahkan tidak kita sadari ada dalam diri kita.        Jadi, langkah pertama untuk berubah bukan seketika bertindak, tetapi mulai dengan menyadari apa yang selama ini kita lakukan tanpa sadar. Dengan menyadari sesuatu, gerak-gerik kebiasaan tersebut akan segera nampak bagi kita, bahwa yang sedang kita lalui adalah sesuatu ini dan itu.      Ketika kita sudah begitu yakin dan berani merubah kebiasaan maka langkah yang kedua adalah tindakan. Orang biasanya terjebak dalam langkah yang kedua ini. percaya atau tidak, fase ini adala...

Sampai ditaqdirkan bersama kembali 2

               Ketahuilah Nina, sebelum kau ingin bercerita kepada ku saat sore itu, sudah aku persiapkan catatan surat kepadamu dan surat ini adalah surat perpisahan. Di kala kau bercerita dari awal hingga akhir, sungguh penderitaanmu penderitaan yang besar. Tapi   penderitaan yang paling besar untukku adalah perpisahan ini. Sejak kau berkisah tentang kehilangan teman-temanmu, saat kau kehilangan kucingmu, aku menangis, menangis tanpa henti, karena sebentar lagi aku akan kehilanganmu.              Aku tahu kau berduka Nina, Kau ditinggalkan oleh rasa cinta. Namun andai kau tahu Nina, perpisahan ini haqiqatnya bukanlah dirimu yang kehilangan tapi diriku. Sebab apa, sebab kali pertama ini dalam seumur hidupku bisa berjumpa dengan manusia yang sebaik engkau, sejelita paras engkau, engkau selalu menyiramiku dengan air kehidupan dan memandikanku dengan hangatnya sinar pa...