Langsung ke konten utama

Postingan

Judul episode ini: kecacatan hidup.

Sebelumnya mohon maaf apabila ada hati yang tersinggung Judul episode ini kecacatan   hidup.             Indonesia sekarang masih dalam tanda kutip belum merdeka, masih terjajah oleh orangnya sendiri. Saling dobrak, saling tembak, saling kepal mengkempal. Banyak sekali masalah yang pasti muncul dan itu tersengaja. Oleh oknum-oknum yang seharusnya dikubur hidup-hidup. Di akhir beberapa bulan belakangan, bencana aceh dan semenanjung sumatra, banjir bandang, dimana para masyarakat indonesia menyakini bahwa bukan hanya tuhan saja namun juga dipelopori oleh ulahnya para bajingan keparat. (kata ini terlalu lembut sebernarnya untuk disebutkan).             Ilmu pengetahuan alamnya sudah mematenkan, terjadinya banjir bandang, penyebabnya ada bermacam-macam. Alam yang digunduli, salah satu faktor terbesarnya. Dan itu terjadi di sana. dan sebenarnya kali ini yang harus dihadap...
Postingan terbaru

Sampai ditaqdirkan bersama kembali 2

               Ketahuilah Nina, sebelum kau ingin bercerita kepada ku saat sore itu, sudah aku persiapkan catatan surat kepadamu dan surat ini adalah surat perpisahan. Di kala kau bercerita dari awal hingga akhir, sungguh penderitaanmu penderitaan yang besar. Tapi   penderitaan yang paling besar untukku adalah perpisahan ini. Sejak kau berkisah tentang kehilangan teman-temanmu, saat kau kehilangan kucingmu, aku menangis, menangis tanpa henti, karena sebentar lagi aku akan kehilanganmu.              Aku tahu kau berduka Nina, Kau ditinggalkan oleh rasa cinta. Namun andai kau tahu Nina, perpisahan ini haqiqatnya bukanlah dirimu yang kehilangan tapi diriku. Sebab apa, sebab kali pertama ini dalam seumur hidupku bisa berjumpa dengan manusia yang sebaik engkau, sejelita paras engkau, engkau selalu menyiramiku dengan air kehidupan dan memandikanku dengan hangatnya sinar pa...

"TO CHANGE OUR HABITS"

         Banyak kebiasaan terbentuk bukan karena kita sengaja memilihnya, tapi karena kita tanpa sadar melakukannya berulang-ulang. Lama kelamaan, kebiasaan itu berjalan dengan sendirinya dengan tanpa sepengetahuan. Itulah sebabnya, mengubah kebiasaan bukan hanya soal keinginan atau niat saja, tapi lebih dari itu. kita harus sadar terlebih dahulu akan kebiasaan itu. Kita tidak bisa mengubah sesuatu yang bahkan tidak kita sadari ada dalam diri kita.        Jadi, langkah pertama untuk berubah bukan seketika bertindak, tetapi mulai dengan menyadari apa yang selama ini kita lakukan tanpa sadar. Dengan menyadari sesuatu, gerak-gerik kebiasaan tersebut akan segera nampak bagi kita, bahwa yang sedang kita lalui adalah sesuatu ini dan itu.      Ketika kita sudah begitu yakin dan berani merubah kebiasaan maka langkah yang kedua adalah tindakan. Orang biasanya terjebak dalam langkah yang kedua ini. percaya atau tidak, fase ini adala...

Sampai ditaqdirkan bersama kembali 1

  Pada suatu siang aku bercerita kepada bunga melati yang ada dipot meja belajarku, tentang cerita-cerita yang mustahil untuk didengarkan, kepada manusia umumya. Maka dari itu sepanjang waktu siang hingga malam aku masih asyik berkisah, aku yakin bunga melati itu mendengarkannya namun hanya saja tidak mempunyai telinga seperti manusia, dan aku yakin dia mempunyai raut wajah dan mulut namun hanya saja tidak dapat dilihat langsung oleh manusia. Karena antara aku dan bunga melati itu mempunyai ruang dan waktu yang berbeda mempunyai nasib dan taqdir yang berbeda. cerita pertama yang aku kisahkan kepada bunga melati adalah tentang aku dan kucing. “dulu melati”, aku memulai bercerita dengan pandangan jauh kejendela kaca.. “aku punya kucing, kucing itu senang sekali kalau dipanggil dengan nama eong, tanda kucing itu senang dia sering membuat wajahnya begitu imut.  Dan saat itulah aku pun tergoda olehnya. Kucing itu setiap paginya, membangunkanku dengan elusan bulu halusnya dipipi...

sendu langit

  langit sedang merindu air matanya merintik diiringi dingin yang menusuk matahari tahu, langit hatinya sedang kacau makanya matahari tidak muncul dan melanjutkan kehangatan dibalik selimut kabut tebal awan juga tahu. Langit yang hatinya terporak-porandakan oleh kejamnya rindu dia menghilang sejurus semua makhluq sudah tahu. Saat burung-burung memberi tahu ke semua penjuru alam semesta raya akan kegundahan hatinya langit beberapa bentar bumi memerintahkan matahari, awan, angin, pohon-pohon, burung-burung dan semua margasatwa untuk melaksanakan sebuah rencana sekian telah menunggu, akhirnya langit meredakan tangisnya bumi seketika memberi aba-aba sejurus matahari membuka tirai kegelapan dan memancarkan sinar hangatnya awan-awan menggelembung putih berbondong-bondong keluar lalu berpencar angin berhembus berlarian ke sana ke mari burung-burung baris berbaris melingkar berhamburan pohon-pohon menari dengan gaun daunnya para margasatwa berkumpul saat Pelangi terbentuk ...

Marto Buang

                  Sudah ada dua pekan Marto Buang bertindak laku seperti ini, orang-orang begitu ada rasa haru dan iba ketika melihatnya di sepanjang jalan jendral parmin seperti orang aneh. Terkadang di waktu siang ia tertawa, begitu sore terlihat murung, ketika sudah malam menangis sejadi-jadinya. Begitu terus setiap hari-harinya. Sebenarnya orang lain ingin sekali membantu atas keadaannya yang begitu memilukan, namun dari pihak keluarganya selalu mengusir orang yang ingin bertamu di rumahnya. Walaupun dari pihak keluarga mengetahui maqsud dari datangnya orang-orang. Alasan dari pihak keluarganya orang pun tak ada yang tahu-menahu. Tapi ada yang bilang bahwa alasan pihak keluarga menolak tamu yang ingin membantu atas dasar trauma yang menjadi sebab Marto Buwang menjadi seperti ini. D i warung-warung kopi topik pembahasan nya Marto Buwang di masjid Marto Buwang, di pasar Marto Buwang, di acara rapat-rapat ...

Prof. Djaiman Seorang Kondektur Bus

    Perjalanan yang melelahkan ini sudah lama aku harap-harapkan, kira - kira sudah wujud semenjak kaisaran dua puluh tahun yang lalu . Akhirnya, berkat kebaikan tuhan, ini hari, aku sedang menempuhnya. Sore kemarin, aku sudah tiba di bandara Soekarno-Hatta, kota yang ditumbuhi gedung-gedung tinggi, saking teramat banyaknya yang hijau-hijau satu pun tak nampak olehku. Menurut buku yang ku baca, kota ini puluhan tahun silam menjadi kota perjuangan, memperjuangkan hak hidupnya atas imprialisme tidak lain dari bangsaku sendiri. Aku pribadi sungguh meminta maaf atas kejadian memilukan itu. Yang ku ketahui lagi tentang kota Jakarta ini, ia ditetapkan sebagai ibu kota negara Indonesia, tepatnya terletak di pulau Jawa. Alasan kenapa aku pergi ke Indonesia, yang pertama adalah tugas yang diberikan oleh atasanku untuk meninjau salah satu cabang perusahaan di negaraku sana. Yang kedua , mengunjungi seseorang yang sudah lama aku rindu-rindukan. Terbang dari amsterdam hingga lep...