Sebelumnya mohon maaf apabila ada hati yang tersinggung Judul episode ini kecacatan hidup. Indonesia sekarang masih dalam tanda kutip belum merdeka, masih terjajah oleh orangnya sendiri. Saling dobrak, saling tembak, saling kepal mengkempal. Banyak sekali masalah yang pasti muncul dan itu tersengaja. Oleh oknum-oknum yang seharusnya dikubur hidup-hidup. Di akhir beberapa bulan belakangan, bencana aceh dan semenanjung sumatra, banjir bandang, dimana para masyarakat indonesia menyakini bahwa bukan hanya tuhan saja namun juga dipelopori oleh ulahnya para bajingan keparat. (kata ini terlalu lembut sebernarnya untuk disebutkan). Ilmu pengetahuan alamnya sudah mematenkan, terjadinya banjir bandang, penyebabnya ada bermacam-macam. Alam yang digunduli, salah satu faktor terbesarnya. Dan itu terjadi di sana. dan sebenarnya kali ini yang harus dihadap...
Ketahuilah Nina, sebelum kau ingin bercerita kepada ku saat sore itu, sudah aku persiapkan catatan surat kepadamu dan surat ini adalah surat perpisahan. Di kala kau bercerita dari awal hingga akhir, sungguh penderitaanmu penderitaan yang besar. Tapi penderitaan yang paling besar untukku adalah perpisahan ini. Sejak kau berkisah tentang kehilangan teman-temanmu, saat kau kehilangan kucingmu, aku menangis, menangis tanpa henti, karena sebentar lagi aku akan kehilanganmu. Aku tahu kau berduka Nina, Kau ditinggalkan oleh rasa cinta. Namun andai kau tahu Nina, perpisahan ini haqiqatnya bukanlah dirimu yang kehilangan tapi diriku. Sebab apa, sebab kali pertama ini dalam seumur hidupku bisa berjumpa dengan manusia yang sebaik engkau, sejelita paras engkau, engkau selalu menyiramiku dengan air kehidupan dan memandikanku dengan hangatnya sinar pa...